Punguan Marga/ Parsadaan Raja Si Opat Ama
Kesatuan empat marga bersaudara yang merupakan keturunan dari Guru Sitindion
Ebatak | Ensiklopedia Batak
Istilah sebutan Si Opat Ama secara harfiah berarti Empat Bapak. Dalam sejarahnya, keempat tokoh marga ini lahir dari rahim ibu yang sama (Boru Pandiangan), namun karena suaminya (Toga Sidabutar) wafat saat sang istri mengandung, tradisi adat manghabia (melanjutkan keturunan dengan saudara kandung mendiang suami) membuat anak-anak berikutnya lahir dari ayah-ayah berbeda yang masih bersaudara kandung. Walau beda ayah, mereka bersumpah untuk tetap bersatu.